Hai hai... Gak sadar udah malam. Perasaan tadi masih terang benderang, mendadak bulan udah nongol aja...
Nah, untuk hari ini... Aku pingin bahas sedikit tentang "perasaan saat menulis" #kumat lebaynya
Jadi begini, yang namanya menulis, perlu yang namanya pendalaman karakter. Kenapa? Untuk memastikan sifat karakter kita nggak berubah sembarangan. Contoh, di awal cerita kita bilang kalau si A (baca: tokoh utama) takut sama anjing. Seiring berjalannya cerita, si A ketemu seekor anjing dan bisa langsung teriak "kyaaa, lucu bangetttttt..." trus peluk anjingnya. Tetottt... Perubahan drastis yang gawat. Dan juga, supaya kita tahu apa saja yang mungkin dan yang nggak mungkin dilakukan si A. Beberapa penulis pemula pasti pingin menulis banyak hal. Pingin karakter dia melakukan ini, itu, banyak sekaliiii... *malah nyanyi* Tapi dia lupa, kalau dengan karakter si A yang demikian, ada beberapa hal yang si penulis harap akan dilakukan si A mustahil dilakukan oleh A. Ini kesalahan yang masih lumayan sering terjadi.
Maka dibutuhkanlah yang namanya pendalaman karakter. Jangan paksa tokoh melakukan yang kita mau, tapi lihat apa yang dia mau dan akan dilakukan. Bisa dibilang, ikuti saja ke mana arus membawa. Terkadang si tokoh itu bisa mengejutkan kita sendiri kalau kita biarkan dia bergerak bebas. Kita bisa mendapat adegan yang bahkan kita nggak sangka-sangka akan ada. Bisa dibilang kita harus punya chemistry dengan tokoh kita supaya cerita kita lebih realistis dan natural, meski cerita kita adalah cerita fiksi. Jangan karena cerita fiksi fantasi kita bisa merubah sifat A sembarangan... Nanti si A bisa marah karena dibuat kayak bocah galau yang sifatnya berubah melulu. =w=" ahahahaha
Sedikit tips juga, kalian bisa menuliskan sifat-sifat karakter yang akan kalian buat dulu supaya bisa lebih detail. Dan biasakan untuk mengedit karya kalian setelah selesai dibuat. Cek dan cek ulang lagi. Pastikan EYD sudah benar, tidak ada plothole, tidak ada typo. Untuk masalah plothole, mungkin kita selaku penulis kadang suka gak sadar saking keenakan nulis. Jadi kalian bisa cari seseorang untuk membaca cerita kita yang masih dalam proses, atau setelah menulis... Tunggu beberapa waktu sebelum dibaca ulang. Itu bisa membantu...
Nah, sekian penjelasannya hari ini... Untuk menemani kalian di malam yang indah ini, aku akan post sebuah cerpen karyaku yang termasuk favoritku sendiri (seneng banget pas selesai nulis ini). Favoritku karena feeling pas lagi nulis tuh dapet banget. Ini kisah dari sesosok malaikat kematian... Yang beda dari biasanya. "The Exile"
Enjoy~